Perusahaan Perusahaan dalam Bentuk Firma, CV dan Perusahaan yang Menggunakan Joint Venture, Kartel, Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi

2 Perusahaan Dalam Bentuk Firma

v Firma Hukum Indonesia Raya

Address: Jl. Rambutan, RT.7/RW.1, Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13840
Provinsi: Jakarta

v Kantor Hukum Lordinar

Address: Jl. Kalisari II No.22, RT.11/RW.2, Kalisari, Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13790
Province: Jakarta
Berbentuk dibidang Firma
suatu persekutuan perdata (maatschap)  yang didirikan para Advokat Indonesia yang mempunyai tugas memberikan pelayanan jasa hukum kepada masyarakat. Tujuannya memberikan pelayanan jasa hukum kepada masyarakat dan memberikan bantuan hukum kepada pencari Keadilan berupa memberikan konsultasi hukum, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien.

Bidang usaha Dalam Bentuk CV
v Toko Maju Makmur
Address: Jl. Raya Ciracas No. 37 RT. 09 / RW. 02, Kec. Ciracas, RT.9/RW.9, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13740
Province: Jakarta
Berbentuk dibidang CV
Toko Maju Makmur ini bidang usaha yang merupakan distributor / agen cover sheet dan badcover Kintakun di Jakarta Timur dengan harga pabrik. Toko ini juga menjual aneka bantal, kasur palembang, spray, bantal cinta, bantal selimut, aneka karpet, aneka boneka, aneka permadani, terima gosir dan eceran dengan harga paling murah.


v CV Sinar Kurmala
Address: Jl. Raya Centex No.6, RT.7/RW.2, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13740
Province: Jakarta
Berbentuk dibidang CV
CV Sinar Kumala ini bidang usaha yang menerima cetakan dalam jenis undangan, brosur, kalender, dan juga bisa printing Solution.

2 Contoh Perusahaan yang Melakukan Kegiatan (Joint Venture)
v  Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek
Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek akhirnya menggunakan skema perusahaan patungan (joint venture) dengan gabungan modal melalui PT Adhi Karya dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kemudian, Menteri BUMN Rini Soemarno juga berharap PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dapat bergabung. Dengan adanya joint venture, maka kemampuan perusahaan dalam rasio utang (leverage) lebih mencukupi untuk mendanai segala sarana dan prasarana proyek yang biayanya semakin meningkat. Penambahan biaya proyek LRT Jabodetabek disebutkannya disebabkan oleh adanya tambahan stasiun, tambah feed blok dan moving blokjoint venture ini telah dirapatkan sebelumnya oleh Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim di Medan. Sementara sekarang pengerjaan LRT baru mencapai 27-30 persen.

v Siemens dan PT Trafoindo Prima Perkasa (Trafoindo)
Perusahaan ini diberi nama PT Trafoindo Power Indonesia yang merupakan joint venture antara Trafoindo dan Siemens. Siemens memiliki saham minoritas sebesar 49% dan Trafoindo memiliki 51% dari joint venture ini. Fasilitas produksi akan mengambil lokasi di area pabrik Trafoindo, Tangerang, Jakarta, Indonesia. Pada tahap awal, perusahaan ini akan membuka sebanyak 200 lapangan pekerjaan. Produksi awal ditargetkan mulai di 2019 dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 200 unit. Perusahaan ini akan memproduksi serta menjual transformator tenaga berdaya sedang untuk perusahaan utilitas, produsen listrik independen, produsen energi terbarukan dan sektor industri. Perusahaan ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun 2018. Saat ini, Trafoindo merupakan salah satu produsen trafo terintegrasi terbesar di Indonesia yang melayani utilitas dan berbagai segmen industri. Dengan empat fasilitas manufaktur khusus dan infrastruktur rekayasa yang kuat untuk pengembangan produk, kontrol kualitas dan layanan teknis end-to-end, perusahaan terus memperluas jangkauannya ke industri dengan spesifikasi tinggi seperti industri minyak dan gas, pertambangan, transportasi publik dan pusat data.“Kami merasa senang dapat menjalin sebuah kemitraan yang strategis dengan perusahaan terkemuka seperti Siemens dalam rangka melayani pasar transformator daya,” ungkap Suryono Limputra, Presiden Direktur Trafoindo. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan strategi bisnis Trafoindo. Selain melayani utilitas publik dan sektor swasta Indonesia, juga menargetkan untuk menangani permintaan regional melalui perusahaan patungan ini.

2    Contoh Perusahaan yang Menggunakan Kartel

v PT Lika Dayatama
"Kami tidak bermaksud menahan barang di Pelabuhan, apalagi bawang putih tidak bisa disimpan lama," kata Manager Komersial PT Lika Diyatama, Yusuf Taufik di kantor KPPU Jakarta, Jumat (22/3/2013). Yusuf mengatakan, kelangkaan pasokan bawang yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini, disebabkan tertahannya barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal itu disebabkan melesetnya perkiraan terbitnya Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI). "Asumsi perusahaan RIPH bisa keluar dalam waktu dua minggu sejak pengajuan. Akan tetapi pada kenyataanya RIPH mundur dua bulan, sehingga barang tiba sebelum RIPH terbit," kata Yusuf. Terkait RIPH yang telat tersebut, saat ini sebanyak 25 kontainer bawang putih milik perusahaan belum dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Saya tidak tahu alasan pemerintah apa belum juga mengeluarkan barang tersebut, padahal RIPH dan SPI sudah didapat. Bahkan kami juga sudah menandatangani pakta integritas tanggal 15 Maret lalu dengan Kementerian Perdagangan, yang menyetujui barang dilepas dengan harga jual di importir Rp15.000 per kilogram," ujar Taufik.

v PT Citra Gemini Mulia.
Dia mengatakan meski pemerintah memberi jaminan harga bawang putih Rp35.000 per kg, tetapi ada oknum yang memberanikan berteriak menjual Rp23.000 sebanyak 600 ton. "Tapi dimana barangnya. Enggak ada. Ini meresahkan," imbuhnya. Pieko menjelaskan harga yang sempat melonjak beberapa waktu lalu karena terdorong harga di negara asal yang juga naik, sehingga memicu harga di dalam negeri. Setelah China memasuki masa panen, harga pun berangsur turun dalam dua pekan. Pieko menyebut harga bawang putih di China sempat di angka US$3.000 per metrik ton pada dua pekan lalu. Selanjutnya, berangsur turun menjadi US$2.700 per metrik ton. Memasuki masa panen harga berangsur turun menjadi US$1.700 per metrik ton. Pieko memprediksi harga masih akan turun hingga di bawah US$1.000 per metrik ton.

2 Contoh Perusahaan yang Menggunakan Merger
v PT Telkom Indonesia (Persero)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyatakan saat ini tengah mengevaluasi 10 inisiatif pertumbuhan bisnis anorganik. Pertumbuhan bisnis secara anorganik ini dapat dilakukan baik berupa merger maupun akuisisi.
"Nanti ada due diligence dan negosiasi. Ini baik di dalam negeri maupun luar negeri," kata Direktur Keuangan TLKM Harry M Zen pada acara Public Expose Marathon di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (7/8/2017). Harry menjelaskan, 10 inisiatif pertumbuhan bisnis anorganik tersebut dilakukan pada beberapa segmen bisnis, termasuk di antaranya adalah layanan keuangan berbasis teknologi (fintech), e-commerce, dan ICT atau teknologi komunikasi. Namun, 10 inisiatif tersebut belum ada yang final. "Kita butuh apa untuk pengembangan bisnis ke depan. Kalau ada kebutuhan yang tidak bisa dilakukan sendiri, maka kita akan M&A (merger dan akuisisi)," ungkap Harry. Pihak TLKM tidak bisa menjelaskan secara terperinci terkait anggaran maupun progres inisiatif pertumbuhan bisnis secara anorganik tersebut. Namun, yang bisa dijelaskan adalah prosesnya sangat dinamis, baik di internal TLKM sendiri maupun perusahaan yang menjadi target. Per semester I 2017, pendapatan TLKM mencapai Rp 64,02 triliun, tumbuh 13,4 persen dibandingkan Rp 56,45 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersih TLKM mencapai Rp 12,10 triliun, tumbuh 21,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data, Internet, dan IT Service memberikan kontribusi pertumbuhan pendapatan sebesar 19,8 persen menjadi Rp 27,12 triliun. Adapun kontribusi bisnis Data, Internet, dan IT Service terhadap keseluruhan pendapatan TLKM juga meningkat menjadi 42,4 persen.


v  Marger PT Bank Mandiri (Persero)
Untuk mengatasi krisis ekonomi regional yang sampai saat ini masih melanda Indonesiadiperlukan pembenahan sektor moneter yang antara lain dengan melalui rekapitalisasi perbankan.Pendirian PT Bank Mandiri (Persero) yang dilanjutkan merger dengan PT Bank BumiDaya (Persero), PT Bank Dagang Negara (Persero), PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero)dan PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) merupakan salah satu implementasirekapitalisasi perbankan yang diharapkan akan menjadi pilar perbankan Indonesia.[7] Pendekatanmerger seperti ini akan digunakan Pemerintah untuk memperbaiki kinerja bank-bank lain yangmengalami kesulitan keuangan. Proses untuk melakukan merger dimulai dengan tahapan persiapan merger yang meliputiinisiasi merger, penetapan tujuan melaksanakan merger, jenis merger yang akan dipilih daninventarisasi isu-isu yang timbul. Tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting karenaakan menentukan berhasil tidaknya rencana merger.


2 Contoh Perusahaan yang Melakukan Kegiatan Konsolidasi
v Industri farmasi
perusahaan farmasi dunia melakukan konsolidasi. Yang terbaru, produsen obat generik asal Amerika Serikat (AS) Mylan NV menawar rivalnya, Perrigo Co Plc, senilai US$ 29 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Perrigo adalah perusahaan farmasi asal Irlandia. Mylan menawarkan dana tunai ke pemegang saham Perrigo senilai US$ 205 per saham. Perrigo masih menimbang penawaran akuisisi Mylan tersebut. Mylan sendiri sudah menunjuk Goldman Sachs Group Inc sebagai penasihat keuangan dalam aksi ini. Rencana Mylan ini menambah panjang daftar konsolidasi industri farmasi.
v PT Asei Reasuransi Indonesia (Asei Re) 
Frans Y. Sahusilawane, Direktur Utama PT Asei Reasuransi Indonesia (Asei Re) mengatakan, setelah dikonsolidasikan, kapasitas IPR mampu menampung 60% treaty. “Jadi sebenarnya kapasitas kita cukup besar,” ungkapnya, Selasa (18/11). Frans menjelaskan, ada tiga hal yang melatarbelakangi dilakukannya JC ini. Pertama, praktik impor jasa reasuransi yang berlebihan. Pada 2013 saja, total premi reasuransi yang ditempatkan di luar negeri senilai Rp19,95 triliun. Kedua, dia berpendapat bahwa kapasitas reasuransi di Indonesia belum dioptimalkan. Ketiga, dibutuhkannya kerja sama yang lebih erat dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan. Menurut Frans, JC ini merupakan sebuah pilot project yang dapat dikembangkan menjadi JC secara nasional dengan melibatkan pelaku industri asuransi lainnya. “Kalau ini berhasil, kita bisa mengajak perusahaan asuransi untuk ikut joint capacity,” katanya. Perusahaan reasuransi raksasa yang sekarang masih dalam proses merger juga dikabarkan akan bergabung dalam konsolidasi ini. Frans mengaharapkan, Indonesia Re dapat mulai beroperasi pada awal 2015 dan segera ikut memperkuat konsolidasi kapasitsa IPR. Lebih lanjut, Frans mengatakan, melalui konsolidasi tersebut, premi reasuransi ke luar negeri dapat dikurangi sekitar 10%-15% pada 2015. “Dalam 3 tahun ke depan, kami perkirakan terus meningkat hingga 40%-50%,” imbuhnya. Dalam jangka panjang, kerja sama tersebut diharapkan mampu memasok hingga 85% dari kapasitas produksi industri asuransi Indonesia.
2 Contoh Perusahaan yang Menggunakan Akuisisi
v Akuisisi PT Alfa Retailindo. Tbk oleh PT Carrefoul Indonesia
Pada awalnya Alfa menjadi pelaku usaha yang paling banyak gerai yaitu 32 pada tahun 2006 dan diikuti Carrefoul yang mempunyai gerai 29 pada tahun 2006. Dan pada tahun 2007 mempuyani 31 gerai. Sedangkan pasca akuisisi saham Alfa oleh Carrefoul. Maka Carrefoul dan Alfa menjadi satu entitas ekonomi. Walaupun badan hukumnya berbeda-beda. Karena carrefoul akan mengatur manajemn Alfa sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh Carrefoul. Setelah Carrefoul mengubah manajemen Alfa. Maka perilaku Carrefoul dengan Alfa pasca akuisisi akan menjadi sama bahkan harga jual suatu barang yang sama di Carrefoul dan Alfa bisa menjadi sama tergantung kebijakan Carrefoul.

v Dua Anak Perusahaan Gudang Garam Diakuisisi JTI


Japan Tobacco Inc telah mengakuisisi dengan membeli 100 persen saham dua anak perusahaan PT Gudang Garam, yaitu PT Surya Mustika Nusantara dan PT Karyadibya Mahardhika senilai 667 juta dolar Amerika Serikat (AS). Aksi korporasi perusahaan rokok multinasional dengan mengakuisisi kepemilikan saham perusahaan rokok nasional sebelumnya dilakukan Philip Morris Internasional terhadap PT HM Sampoerna. Japan Tobacco Inc mengakuisisi atau membeli seluruh saham PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara seharga USD 677 juta atau setara dengan Rp9 triliun. PT Karyadibya Mahardhika (KDM) sendiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam produksi rokok di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pertama kali pada tahun 2007. Beberapa rokok produksi KDM antara lain Apache, Absolute Mild, Absolute Mild Menthol, Absolute Ruby, Minna International, Minna Barokah, Barokah Rejeki, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol, Bheta, dan beberapa varian produk lainnya. Sedangkan PT Surya Mustika Nusantara sendiri merupakan perusahaan penjualan dan distribusi yang memasarkan rokok/cigarette brand Apache dan Extreme hasil produksi PT Karya Dibya Mahardika (KDM). Japan Tobacco Inc dalam pengumumannya mengatakan, nilai kesepakatan dua perusahaan ini mencapai USD 1 miliar, termasuk utang kedua perusahaan. Selain Indonesia, Japan Tobacco juga tengah dalam proses membeli aset pabrik rokok Filipina yaitu Filipina Mighty Corp Ltd.

 



Komentar